Monday, February 11, 2013

GAYA HIDUP 2013 : MEDITASI

Jika Anda bertanya apakah arti dari “meditasi”, maka Anda akan menemukan banyak definisi yang dapat menggambarkannya. Secara fisik, meditasi mungkin terlihat seperti aktivitas duduk bersila, memejamkan mata, lalu mengatur pernafasan dan pikiran agar batin lebih tenang. Bagi sebagian masyarakat, meditasi menjadi bagian dari ritual kultural yang dikaitkan dengan agama tertentu.
Namun sesungguhnya, meditasi bisa dilakukan oleh setiap orang tanpa mengaitkannya dengan apapun. Meditasi telah menjadi aktifitas rutin yang kian populer di berbagai kalangan. Bahkan kini menjadi bagian dari gaya hidup.

Meditasi kini bisa disebut sebagai gaya hidup, karena tanpa disadari, meditasi semakin digemari sebagai salah satu cara “mengusir stres”. Meditasi menjadi sebuah prestise sekaligus nilai yang membawa kita pada kesadaran untuk mengenali siapa sesungguhnya diri kita, bagaimana cara pikiran kita bekerja, serta kesadaran mengenai hidup yang sesungguhnya.

Jon Kabat-Zinn, Profesor dari MIT (Massachussetts Institute of Technology) yang juga pakar meditasi, mengatakan, “Wherever You Go, There You Are“. Meditasi akan membimbing Anda menuju jalan terbaik yang harus dituju dan memberikan pengaruh positif pada keadaan di masa yang akan datang. Tidak peduli bagaimana masa lalu Anda, seberapa terluka hati Anda, dan sekuat apa masalah dalam hidup Anda, meditasi membuat Anda begitu percaya bahwa masa depan Anda akan berkilau seperti sebuah berlian. Kehidupan yang terus berkembang, berbagai persoalan dan pencapaian, tidak akan memberikan pengaruh besar pada sikap kita. Meditasi membantu si sukses untuk tetap memandang ke bawah dan si gagal untuk tetap tegap melangkah.

Secara praktis, meditasi adalah proses untuk mengendalikan arus pikiran kita. Benak manusia yang selalu aktif memikirkan banyak hal, rencana, atau ambisi dalam hidup kerapkali membuat kita merasa selalu sibuk, terburu-buru, dan tertekan. Meditasi membantu kita untuk berpikir dan bertindak lebih tenang.

Ketenangan itu dapat dicapai dengan melakukan teknik pernapasan. Ya, bernapas. Aktifitas yang kadang tak kita sadari, ternyata memberi pengaruh besar dalam kinerja otak. Saat kita berfokus dalam aktivitas bernapas, akan ada koneksi kuat antara tubuh dan pikiran kita. Dengan bernapas teratur, lembut, dan perlahan, maka kita juga tengah menenangkan tubuh dan pikiran. Gelombang otak pada saat meditasi (kondisi Delta) akan terlihat jauh lebih tenang dibanding dengan kondisi ketika raga terbangun (kondisi Beta).

Meditasi kini tak bisa lagi dipandang sebagai kegiatan yang aneh atau ritus abnormal, seperti yang banyak diduga orang berhubungan dengan hal seperti: berkomunikasi dengan makhluk halus, atau “berpindah” ke alam lain. Meditasi bukanlah aktifitas paranormal, namun berkaitan dengan menenangkan pikiran dan kesadaran kita. Saat meditasi, bukan berarti pikiran Anda melayang jauh. Sebaliknya, pikiran Anda amat sadar, hanya saja lebih tenang, berdiam, dan fokus pada momen Anda saat itu.

Meditasi bukanlah sekadar aktivitas satu jam bersila yang diagendakan setiap hari di jam yang sama. Meditasi bisa disisipkan dalam apapun aktivitas Anda, asal dilakukan dengan fokus dan sadar. Jika Anda makan, lakukanlah dengan kesadaran bahwa Anda sedang makan, maka makanan Anda akan terasa benar-benar enak. Jika berjalan, sadarlah bahwa Anda sedang berjalan dan fokuslah pada tujuan jalan Anda. Prinsipnya, ketika pikiran Anda tenang dan fokus, Anda akan lebih mudah menikmati hidup dan apapun yang terjadi di dalamnya.

Meditasi sebagai gaya hidup itulah yang sudah dilakukan oleh seorang Adjie Silarus. Masa lalunya yang pernah membuat Adjie mengalami stres berat hingga kesehatan fisiknya melemah, ternyata tidak mampu membuat Adjie kalah. Adjie bangkit dan terus menguat. Dia mencapai titik puncak ketika menggunakan meditasi sebagai TERAPI dan menjadikannya sebuah gaya hidup sehat. Kini, Adjie Silarus semakin prima sebagai meditator yang mencapai kondisi delta.
Mari kita mulai mengikuti langkah Adjie Silarus, dengan menjadikan meditasi sebagai bagian dari gaya hidup. Katupkan mata, atur pernapasan, dan Anda akan mendapat kendali penuh atas diri dan hidup Anda. Selamat bermeditasi!

Personal Branding Agency, Indscript Creative
Manajemen Adjie Silarus, 268ED6C

Wednesday, May 09, 2012

Aku dan Sepatuku

“Pak, sepatunya Oky udah kemasukan air….”  Aku melapor pada Bapak selepas sholat Maghrib.
Kata Ibu, harus cari waktu yang tepat untuk matur ke Bapak.  Kalau pulang kantor Bapak masih capek badan dan pikiran.  Kalau bangun tidur, Bapak belum sepenuhnya sadar, nanti omonganmu nggak diperhatikan.  Setelah sholat waktu yang paling baik, karena sholat membuat pikiran dan hati kita tenang.
Tapi agaknya sedikit terlambat.  Bapak terlanjur asik menyimak berita di tv.
“Kalau jalan jangan pilih yang ada genangannya.”
Mendengar jawaban Bapak, justru airmataku yang tergenang.
“Sekarang kan hampir setiap hari hujan Pak, biarpun nggak tergenang tetap aja jalannya basah.  Kaos kaki jadi ikut basah.  Sampai rumah telapak kaki sudah keriput…, udah gitu bau….”  Kesalku kubawa masuk ke dalam kamar, meninggalkan Bapak yang diam.  Entah sedang berpikir atau kembali menikmati siaran berita kegemarannya.

“Haa…sepatu Oky jadi hangat,”  aku menghentak-hentakkan kaki ke lantai, menikmati kehangatan yang merambat hingga berasa seperti dipijat.
“Semalam ibu taruh dibelakang kompor, jadi lumayan kering kan?”
Tidak hanya kering Ibu, sepatuku bahkan menjadi kaku seperti baru, dan mencengkeram erat kakiku.  Terimakasih, ucapku.
Tapi jalanan masih basah sisa hujan semalam.  Belum sampai ujung jalan saja kaos kakiku sudah terasa dingin.  Buru-buru kulepas sepatuku kemudian kaos kakiku.  Aku simpan kaos kakiku didalam tas lalu kupakai kembali sepatuku.  Agak longgar, tak apalah, yang penting tidak terlalu bau.

“Okkk…!! Bawa kesini sepatumu…!!”  Bapak memanggilku dari teras.  Hari Minggu pagi Bapak biasa duduk-duduk disitu sembari ngeteh.
Buru-buru aku datang sembari menenteng sepatu.  Mumpung Bapak sedang perhatian, siapa tahu kalau Bapak lihat solnya sudah terbelah nanti sore aku akan diajaknya ke toko sepatu.
Sampai diteras, aku terlongong.  Di halaman sudah ada tukang sol sepatu yang sudah siap duduk dengan gunting dan lembaran sol karet ditangannya.
“Sinikan sepatunya.  Bapak sudah lihat tadi malam, bahan luarnya masih bagus.  Cuma solnya aja yang sudah belah sampai mau putus begini,” Bapak meraih sepatu dari tanganku lalu menekuk-nekuknya sampai nyaris terlipat sempurna.
“Untung anakku ini rajin nyuci sepatunya Pak, jadi masih terawat begini.  Tapi kebiasaan jalannya memang suka diseret, jadi sol sepatunya cepat tipis.  Belum lagi kalau duduk suka berjinjit, jadi solnya gampang patah.  Kasih yang paling tebel aja, biar awet,” ujar Bapak, kali ini pada si tukang sepatu.
Ada yang berdentum-dentum didada ini, memaksa mataku untuk membasah.  Tadi malam Bapak memeriksa sepatuku?  Berarti Bapak memperhatikan aduanku tempo hari, aku terharu senang.  Tapi bayangan model-model sepatu terbaru yang sedang digemari teman-teman sekolahku pun langsung pudar dari otakku, aku terharu kecewa. 
Paling tidak, Senin pagi aku berangkat ke sekolah dengan sol baru, kaos kaki kering, dan bertambah tinggiku 1.5 cm.
***

Tuesday, November 02, 2010

Lantai Kamar Mandi

dalam posisiku berjongkok ini, tiba-tiba aku terpikirkan pertanyaannya beberapa waktu lalu, 
"yang..., kita punya persamaan nggak sih?"

rasanya persamaan adalah hal yang umum disebut-sebut dalam hal berpasang-pasangan. cocok karena sama-sama suka ini..., sama-sama hobi itu..., sama-sama berminat di anu...
hhhhh.... cuma membayangkan tanda sama dengan diantara kamu dan aku saja kok susah... :(

dia masih dimeja kerjanya, entah sekedar browsing, blogging, fesbukan, ym-an
aku berdiri disampingnya, lalu kataku : 
"yang, lantai kamar mandi kita sama, ya warnanya ya motifnya"

tanpa mengalihkan matanya dari monitor PC, dia hanya berujar 'haa??!'

"kan pernah tanya, persamaan kita apa, ya itu tadi..lantai kamar mandi"

- cup - dan aku pergi, tanpa menoleh lagi. 
mungkin dia masih belum paham, 
mungkin juga paham tapi nggak bisa mengerti atau justru geli.

aku sendiri lebih suka kita berbeda, jadi kita masih bisa saling bertegur mesra daripada kita sama tapi tidak perlu lagi saling bertanya,


mydesk
021110